Rosulullah sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda : “Berpesan-pesan kalian dengan kebaikan terhadap para wanita (istri), karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian yang paling atasnya. Bila engkau paksakan untuk meluruskannya niscaya engkau akan membengkokkannya, namun bila engkau biarkan dia maka dia akan terus menerus bengkok. Karena itu berpesan-pesanlah kalian dengan kebaikan terhadap para wanita (istri).” HR. Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu

Sebagian penyair berkata :

Dia adalah tulang rusuk yang bengkok, engkau tak dapat meluruskannya

Ketahuilah lurusnya tulang rusuk berarti memecahkannya

Abdullah bin Zam’ah radhiyallohu ‘anhu pernah mendengar Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam berkhutbah dan menyebutkan tentang unta betina sebagai mukjizat Nabi Shalih yang akhirnya disembelih oleh kaumnya, beliau sholallohu ‘alaihi wasallam membacakan ayat :

“Ketika bangkit orang yang paling durhaka dari kaum tersebut.” QS. Asy Syams ; 12

“Bangkitlah seorang laki-laki yang kuat, perkasa dan hebat di kalangan kelompoknya untuk menyembelih unta tersebut.”

Kemudian Rosulullah menyinggung tentang wanita lalu beliau memberi nasehat dalam perkara mereka, beliau nyatakan : “Salah seorang dari kalian bersengaja memukul istrinya seperti memukul seorang budak padahal mungkin ia menyentuhnya di akhir harinya.”

Kemudian Rosulullah menasehati mereka dalam masalah tertawanya mereka bila ada yang kentut, beliau katakan : “Mengapa salah seorang dari kalian tertawa dengan apa yang ia perbuat?” HR. Bukhori dan Muslim

Abu Hurairah sholallohu ‘alaihi wasallam menyampaikan sabda Rosulullah sholallohu ‘alaihi wasallam :

“Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah, bila ia tidak suka satu perangai dari istrinya maka mungkin ia senang akan perangainya yang lain.” HR. Muslim

Amr bin Al Ahwash Al Jasymi radhiyallohu ‘anhu mendengar Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam berkata dalam Haji Wada’, setelah memuji dan menyanjung Alloh, memberi peringatan dan menasehati, lalu beliau bersabda :

“Berpesan-pesanlah kalian dengan kebaikan terhadap para wanita (istri) karena mereka hanyalah tawanan disisi kalian, kalian tidak menguasai sedikitpun dari mereka selain itu, terkecuali bila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Maka bila melakukan hal tsb, tinggalkanlah mereka di tempat tidurnya dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak membuat cacat. Bila mereka mentaati kalian maka tidak ada jalan bagi kalian untuk menyusahkan mereka. Ketahuilah, kalian memiliki hak terhadap istri-istri kalian dan sebaliknya mereka memiliki hak dari kalian. Hak kalian atas mereka adalah mereka tidak boleh membiarkan seorang yang kalian benci untuk menginjak hamparan kalian dan tidak boleh mengizinkan seorang yang kalian benci untuk masuk ke rumah kalian. Sedangkan hak mereka dari kalian adalah agar kalian berlaku baik dalam pemberian pakaian dan makanan untuk mereka.” Hadits ini HASAN dengan syawahidnya

Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu mengkhabarkan bahwasanya Rosulullah sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik diantara mereka akhlaqnya dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya.” HR. Tirmidzi dengan sanad Hasan.

[dinukil dari Kitab “Al Intishaar li Huquqil Mu’minaat” karya Ummu Salamah As Salafiyyah ; edisi bahasa Indonesia “Persembahan Untukmu, Duhai Muslimah” diterjemahkan oleh Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al Atsariyyah , Penerbit Pustaka Al Haura’]