UNTUKMU WAHAI AYAH

Janganlah anda melarang istri di depan anak-anak. Bila anda hendak menasehati istri, sebaiknya anda lakukan empat mata agar kehormatan dan kewibawaannya tidak jatuh didepan anak-anak. Karena bisa jadi, anak-anak akan mendurhakai ibunya sewaktu anda tidak di rumah. Nasehat dan hukuman yang diberikan kepada istri tanpa sepengetahuan anak, berarti menutup aib istri.

Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Barangsiapa menutupi aib seorang muslim maka Alloh akan menutupi aibnya didunia dan akhirat.” HR. Muslim dari Abu Hurairah

Bila anda memukul istri dan menghardiknya di depan anak-anak maka akan memperburuk keadaan rumah dan penghuninya. Karena di antara anak-anak ada yang sedih melihat ibunya dipukul.  Akibatnya dia akan sangat membenci ayahnya. Sebaliknya ada juga anak yang menjadikan perbuatan ayahnya sebagai senjata untuk menakut-nakuti  ibunya. Dan ini akan mengacaukan kehidupan rumah tangga.

UNTUKMU WAHAI IBU

Janganlah anda merasa tinggi, sombong, meremehkan, dan durhaka pada suami, nanti anak perempuan anda akan meniru perbuatan anda terhadap suaminya. Akhirnya kehidupan rumah tangga anda bersama suami dan anak akan pecah dan tidak tenang.

Boleh jadi suamimu tahan dan bersabar atas kelakuanmu terhadapnya, tetapi bagaimana dengan suami anak perempuanmu ??? Bisa jadi dia tidak tahan dan tidak sabar menghadapi sikap anak perempuanmu. Akibatnya dia akan memukulnya dan akhirnya menceraikannya dan mengembalikannya ke rumah orang tuanya. Dan tentu saja kamu yang menangung semua ini.

Kesombongan istri terhadap suami bukanlah perbuatan yang diridhai. Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seandainya aku (bisa) memerintahkan seseorang untuk sujud di hadapan orang lain, tentu aku akan memerintahkan kepada seorang istri untuk sujud kepada suaminya.” HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah

Ajarilah anak perempuanmu masalah iman, sholat, dan membaca Al Qur’an. Ajari juga tentang masalah yang berkaitan dengan kewanitaan, seperti haidh, jima’, dan hukum-hukumnya.

Demikian pula ajarilah mereka pekerjaan rumah tangga, sesuai dengan umur dan kesempatan. Anak perempuan yang telah terbiasa terdidik di rumah orangtuanya dengan pendidikan seperti itu, di kemudian hari dalam kehidupan rumah tangga bersama suaminya, tidak akan merasa kaget. Wanita semacam ini jelas lebih baik daripada wanita-wanita yang tidak dibiasakan rajin dan bersih. Wanita yang membiarkan rumah berantakan, lalat bertengger dimana-mana, bau tak sedap tercium di setiap ruang. Pemandangan ini tentu tak menyenangkan. Maka merupakan suatu kewajiban bagi seorang ibu untuk mengajarkan kepada anak perempuannya kebersihan, kerapian dan menjaga keindahan rumah dan isinya.

UNTUKMU WAHAI AYAH DAN IBU

Bertaqwalah kepada Alloh, baik dalam kesendirian maupun dalam keramaian. Perbanyaklah berdoa untuk kebaikan keluarga kalian. Alloh menyukai dan menerima amal-amal orang bertaqwa.

Jangan mendoakan kejelekan kepada anak-anak, karena dikhawatirkan waktu berdoa itu akan bertepatan dengan waktu terkabulnya doa. Terkadang seorang anak sakit dengan sebab doa anda. Bahkan ada anak yang mati lantaran doa jelek orangtuanya.

Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Janganlah kamu mendoakan kejelekan kepada dirimu, anak-anak, dan harta kalian, (karena) bila bertepatan dengan waktu terkabulnya doa, maka (doa tsb) akan dikabulkan.” HR. Muslim

Jangan banyak mencela, menggertak, menghardik di dalam rumah karena nanti anak akan menirunya. Janganlah pula berselisih dalam memberi perintah kepada anak. Hal ini mengakibatkan kebingungan pada diri anak. Satukanlah jalan hidup anda berdua di atas Kitabullah dan Sunnah Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam

-diringkas dari Kitab Fiqh Tarbiyatul Abna’ wa Thaifah min Nasha-ihi Al Athibbai karya Syaikh Musthafa Al Adawi-